Inedible bun

Pandangan belakang

Cik kiah kita ni kuat melaram. Yang surprisenya, kalau buat bun atau pakaikan sepit rambut dia tak usik. Like today, dia yg suruh aku dandankan rambutnya.

Pandangan depan, maafkan fringe masih senget hehehe.


Ini belum cerita kisah mami jarum in the making.

11 thoughts on “Inedible bun

  1. hi sayda, lama tak dengar kabar berita.:)kak ika, itulah diorang cepat besar kan. nanti bila dah besar takde baby dalam rumah. abis tu bila nak berenti ada baby nih?:Plara, yelah layan jelah. anak pompuan sorang.:))

  2. owh bestnya blh main mekap2 pasni….kalau dia dah nak melaram tuh keep her spirit on…..esok2 senang xyah main kejar2 nak ikatkan rambut…ngee

  3. kak ika, at this rate kalau nak tunggu menopause baru berenti, u kira lah sendiriberapa anak yang akan ada.:Plola, i suka budak rambut kerinting.vogue, hehe, jangan lebih2 dari maknya sudah le.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s